MOHON MAAF BLOG SEDANG DALAM PENYETELAN TEMPLATE AGAR KAMI BISA LEBIH PROFESIONAL LAGI DALAM MEMBERIKAN INFO YANG ANDA BUTUHKAN, MOHON BERSABAR INI TIDAK BERLANGSUNG LAMA,TERIMA KASIH ATAS PENGERTIANNYA...
English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
Showing posts with label Ilmu Makanan Ternak. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Makanan Ternak. Show all posts

Pembuatan Konsentrat bentuk Pellet

Karakterisasi
Karakterisasi merupakantahap awal yang selalu digunakan dalam proses pengolahan. Karakterisasi yaitu pengumpulan dan evaluasi terhadap informasi yang dimiliki bahan meliputi:
    1. sifat fisik, kimia dan biologis
    2. Fungsi bahan secara biologis dan social
    3. Nilai ekonomi bahan (harga dan kompetisi)
    4. Ketersediaan (produksi dan kelangkaan)
Seleksi
Seleksi adalah mempertimbangkan apa yang dimiliki dan apa yang dikehendaki. Seleksi ini dimulai dari informasi yang didapatkan dari karakterisasi merumuskan tujuan pengolahan bahan pakan, kemudian analisis dari bahan pakan dilihat dari segi positif dan negatif dari penggunaannya. Setelah dilkukakan seleksi maka akan dihasilkan bahan-bahan pilihan
Receiving
  • Pengadaan bahan pakan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengadaan bahan pakan adalah:
    • Bahan baku yang dibeli berkualitas bagus yang telah dilengkapi dengan hasil analisis laboratorium
    • Daerah untuk penerimaan dan pembongkaran bahan baku harus bersih dan drainase yang baik
    • Transportasi yang akan digunakan untuk mengangkut bahan baku harus diperiksa keadaan fisik dan kebersihannya. Kendaraan untuk mengangkut ternak tidak digunakan untuk mengangkut pakan.
      • Pengelolaan bahan pakan
  • Pengambilan sampel bahan pakan dilakukan pada saat awal, pertengahan dan di akhir pemuatan dan diambil pada 5 tempat pada kemasan material yaitu 4 sudut dan bagian tengah. Pengambilan sampel ini diambil dengan arah diagonal. Apabila bahan baku berupa cairan pengambilan sampel dapat dilakukan setelah bahan cair tersebut didiamkan 5 menit.
  • Semua sampel harus diletakkan pada peti yang besar kemudian dicampur dan sebanyak ¼ sampai dengan ½ kg diletakkan pada temapat tertentu untuk identifikasi. Identifikasi yang dilakukan adalah tanggal, nomor kendaraan, bahan baku, jumlah penerimaan, nama pemasok dan nama pengambil sample.
  • Semua sample dan produk harus dijaga dari kerusakan yang disebabkan oleh tikus, serangga, kelembaban dan jamur. Pencegahannya dapat ditempatkan di dalam freezer.

Pakan Konsentrat Ternak

Konsentrat atau makanan penguat adalah bahan pakan yang tinggi kadar zat-zat makanan seperti protein atau karbohidrat dan rendahnya kadar serat kasar (dibawah 18%) (Manglayang, 2006). Pakan penguat atau konsentrat yang berbentuk seperti tepung adalah sejenis pakan komplit yang dibuat khusus untuk meningkatkan produksi dan berperan sebagai penguat. Konsentrat mudah dicerna, karena terbuat dari campuran beberapa bahan pakan sumber energi (biji-bijian, sumber protein jenis bungkil, kacang-kacangan, vitamin dan mineral). Penggunaan konsentrat agar dapat mencapai sasaran harus memperhatikan 3 hal berikut ini :
Efektif
Penggunaan konsentrat harus memberikan hasil produksi yang lebih menguntungkan. Pemberian konsentrat jangan terlalu berlebihan, namun harus memperhatikan kebutuhan nutrisi ternak.

Tepat Takaran
Pemberian konsentrat harus sesuai dengan takarannya, tidak kurang atau melebihi dari kebutuhan ternak. Hal ini dapat dilihat dari hasil produksi ternak yang berupa susu atau daging dibandingkan dengan harga pakan konsentrat. Jika dilakukan penambahan konsentrat, namun harga produk masih dibawah harga pakan berarti penambahan konsentrat sudah tidak ekonomis lagi.

Proporsional
Pemberian konsentrat harus sesuai dengan imbangan jumlah produksi (susu atau daging).
Setiap hari sapi memerlukan pakan kira-kira sebanyak 10% dari berat badannya dan juga pakan tambahan 1% - 2% dari berat badan. Ransum tambahan berupa dedak halus atau bekatul, bungkil kelapa, gaplek, ampas tahu. yang diberikan dengan cara dicampurkan dalam rumput ditempat pakan. Selain itu, dapat ditambah mineral sebagai penguat berupa garam dapur, kapur.

Suplemen & Obat Pakan

Pakan merupakan faktor terpenting untuk menunjang budidaya ternak karena berimbas pada peningkatan bobot badan ternak dan performans ternak yang diinginkan. Peningkatan populasi, produksi daging, susu dan telur sebagai hasil ternak sangat tergantung dari penyediaan pakan yang baik dan berkualitas. Sebelum menyusun formulasi pakan sebaiknya ditentukan lebih dahulu tujuan penyusunannya, antara lain untuk kebutuhan hidup pokok, maintenance dan untuk memenuhi tujuan-tujuan produksi yang meliputi kebutuhan untuk reproduksi, pertumbuhan, produksi telur, susu, wol atau produksi tenaga tergantung pada jenis ternaknya (kebutuhan produksi).
Setelah menentukan tujuan pemberian pakan, maka dalam penyusunan komposisinya nanti harus sesuai dengan kebutuhan nutrien ternak. Kebutuhan nutrien untuk hidup pokok merupakan prioritas utama dalam utilisasi nutrien. Kebutuhan nutrien untuk produksi umumnya dapat dipenuhi setelah kebutuhan pokok terpenuhi. Pakan harus mengandung semua nutrient yang dibutuhkan oleh tubuh ternak, namun tetap dalam jumlah yang seimbang. Nutrien yang dibutuhkan oleh ternak antara lain karbohidrat, lemak, protein, vitamin, air dan unsur anorganik atau mineral (Ca, P, Mg, Na, K, Cl, I, Zn, Fe, Cu, Co, Mn, Mo, Se). Penyusunan komposisi pakan yang tidak proporsional mengakibatkan gangguan metabolisme dalam tubuh ternak dan pengaruh selanjutnya pada tampilan produksinya tidak akan maksimal, karena ternak mengalami defisien pada satu atau beberapa jenis nutrien Defisiensi nutrien pada ternak merupakan suatu kondisi ketika sebuah atau beberapa nutrient yang dikonsumsi dan diserap tidak mencukupi kebutuhan sehingga menyebabkan penurunan performans produksi atau timbulnya gejala klinisdan bahkan kematian.

Daya Cerna

Hijauan memegang peranan penting pada produksi ternak ruminansia, karena pakan yang dikonsumsi oleh sapi, kerbau, kambing, dan domba sebagian besar dalam bentuk hijauan, tetapi ketersediaannya baik kualitas, kuantitas, maupun kontinyuitasnya masih sangat terbatas. Petani pada umumnya memberikan pakan pada ternak tidak ditentukan jumlahnya, sehingga masih kurang atau terlalu banyak sisa terbuang. Oleh karena itu diperlukan suatu cara untuk mengoptimalkan penggunaan pakan yang diberikan pada ternak tersebut. Optimalisasi dan efesiensi tersebut dapat dilakukan apabila diketahui besarnya kandungan nutrient, konsumsi, dan kecernaan bahan pakan tersebut.
Tipe evaluasi pakan pada prisipnya ada 3 yaitu metode In vitro, Insacco, In vivo. Tipe evaluasi pakan In vivo merupakan metode penentuan kecernaan pakan menggunakan hewan percobaan dengan analisis pakan dan feses. Pencernaan ruminansia terjadi secara mekanis, fermentative, dan hidrolisis. Dengan metode Invivo dapat diketahui pencernaan bahan pakan yang terjadi di dalam seluruh saluran pencernaan ternak, sehingga nilai kecernaan pakan yang diperoleh mendekati nilai sebenarnya. Koefisien cerna yang ditentukan secara In vivo biasanya 1% sampai 2 % lebih rendah dari pada nilai kecernaan yang diperoleh secara In vitro.

Mineral Mikro Pakan Ternak

Unsur mikro, disebut pula unsur hara, mikro-mineral atau "trace mineral," adalah mineral-mineral yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat lah sedikit. Sembilan unsur yang sampai kini dianggap esensial, yaitu: Cr, Co, Cu, J, Fe, Mn, Mo, Se dan Zn. Dengan bertambahnya penelitian daftar unsur-unsur ini tentu akan bertambah panjang, apabila alat-alat analisis dan cara-cara yang baru untuk memurnikan unsur-unsur telah ditemukan.

Besi (Fe)
Lebih dari 90% besi yang terdapat dalam tubuh, terikat pada protein, dan terutama pada hemoglobin, yang mengandung besi sebanyak 0,34%. Kebanyakan besi terdapat dalam molekul heme yang mempunyai di tengah lingkaran porfirin dan merupakan bagian dari hemoglobin, yaitu yang terdiri atas empat lingkaran porfirin yang terikat pada globin. Besi juga terdapat dalam mioglobin. Mioglobin adalah serupa dengan hemoglobin kecuali hanya mengandung satu lingkaran porfirin. Fe ion pada hemoglobin mengikat oksigen secara reversibel:

Mioglobin mempunyai afinitas yang lebih besar daripada hemoglobin, dan berfungsi untuk menyinipan oksigen di dalam sel. Serum darah mengandung suatu senyawa yang mengadung besi yang disebut transferitin, yang menyangkut Fe ke segala penjuru tubuh, khususnya ternpat-tempat pembuatan sel-sel darah merah, terutama sumsum tulang. Besi juga terdapat dalam hati, limpa dan tulang sebagai ferritin dan henro-siderin.
Fungsi. Fungsi Fe yang terpenting adalah untuk absorpsi dan transport 02 ke sel-sel dan di sel-sel ini dalam statusnya yang reversibel 02 dilepaskan dan mengikat C02 - 02 kemudian disimpan dalam ikatan dengan mioglobin di dalam sel. Fe merupakan pula kornponen yang aktip dari beberapa enzime, yaitu sitokroni perioksidase dan katalase. Semua proses metabolisme yang me¬nyangkut Fe tergantung pada pcrubahan ferro menjadi ferri, dengan sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi Fe yang utama adalah sebagai mediator proses¬-proses oksidasi. Besi berfungsi untuk mengangkut 02 dan C02, juga sebagai pengangkut hidrogen kepada sel sebagai bagian dari sistem transport elektron dalam sel. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Fe berfungsi dalam sintesa Kollagen, yang diduga dengan jalan hidroksilasi terhadap prolin dan lisin.
Gejala defisiensi. Oleh karena Fe merupakan bagian dari hemoglobin, kekurangannya menyebabkan hambatan sintese. sel-sel darah merah oleh sum¬sum tulang. Oleh karena sel darah merah hanya mempunyai jangka hidup yang pendek, maka perlu penggantian yang kontinyu. Untungnya dalam katabolisme dari sel-sel ini, kebanyakan dari Fe dapat digunakan lagi. Dengan demikian kebutuhan tubuh setiap hari untuk hewan yang sehat sangat sedikit, penam¬bahan kebutuhan hanya pada saat kebuntingan dan perdarahan yang banyak. Kalau sintesa terganggu maka jumlah sel darah merah berkurang dan kadar hemoglobin rendah, kondisi ini disebut anemia, itu karena kekurangan Fe banyak terjadi pada hewan yang cepat bertumbuh, yang hanya diberi air susu, karena kadar Fe dalam air susu rendah.. Anemia karena Fe tidak biasa pada pedet, anak domba dan lain-lain ruminansia oleh karena biasanya mereka tidak dikandangkan terus menerus, dan biasanya telah mulai makan makanan lain pada awal hidupnya. Karena telur mengandung 1 mg Fe, petelur perlu mendapat banyak Fe, tetapi kebanyakan makanan ung¬gas telah cukup mengandung Fe.
Sumber. Pada umumnya, Na dan Fe dalam bahan makanan cukup untuk memenuhi kebutuhan hewan normal. Sehingga hanya pada keadaan tertentu yang telah disebut suplementasi Fe diperlukan.

Mineral dalam Pakan Ikan


 
Ikan dalam komposisi zat gizinya juga membutuhkan mineral dalam campuran pakannya agar ikan dapat tumbuh dengan baik. Mineral merupakan unsur anorganik yang dibutuhkan oleh organisme perairan (ikan) untuk proses hidupnya secara normal. Ikan sebagai organisme air mempunyai kemampuan untuk menyerap beberapa unsur anorganik ini, tidak hanya dari makanannya saja tetapi juga dari lingkungan. Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh ikan adalah sangat sedikit tetapi mempunyai fungsi yang sangat penting. Dalam penyusunan pakan buatan mineral mix biasanya ditambahkan berkisar antara 2 – 5% dari total jumlah baha baku dan bervariasa bergantung pada jenis ikan yang akan mengkonsumsinya. Walaupun sangat sedikit yang dibutuhkan oleh ikan, mineral ini mempunyai fungsi yang sangat utama dalam tubuh ikan antara lain adalah : Merupakan bagian terbesar dari pembentukan struktur kerangka, tulang, gigi dan sisik. Mineral tertentu dalam bentuk ion di dalam cairan tubuh dapat berperan untuk mempertahankan keseimbangan asam basa serta regulasi pH dari darah dan cairan tubuh lainnya. Adanya keterlibatan mineral dalam kerja sistem syaraf dan konstraksi otot Merupakan komponen penting dalam hormon, vitamin, enzim dan pigmen pernafasan atau sebagai kofaktor dalam metabolisme, katalis dan enzim aktivator. Berperan dalam pemeliharaan tekanan osmotik dan juga mengatur pertukaran air dan larutan dalam tubuh ikan. Berdasarkan banyaknya fungsi mineral dalam kehidupan ikan, maka mineral merupakan salah satu bahan yang harus ada dalam komposisi pakan ikan. Dan unsur mineral ini sangat essensial bagi kehidupan hewan, ikan dan udang. Unsur mineral essensial ini biasanya diklasifikasikan menjadi dua grup berdasarkan konsentrasinya di dalam tubuh ikan, yaitu: mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang konsentrasinya dalam tubuh organisme dibutuhkan dalam jumlah besar (lebih dari 100 mg/kg pakan kering), yaitu Calsium (Ca), Magnesium (Mg), Sodium (Na), Potassium (K), Phosphorus (P), Chlorine (Cl) dan Sulphur (S). Mineral mikro adalah mineral yang konsentrasinya dalam tubuh setiap organisme dalam jumlah sedikit(kurang dari 100 mg/kg pakan kering),yaitu : Besi (Fe), Tembaga(Cu), Mangan (Mn), Seng (Zn),Cobalt (Co), Molybdenum (Mo),Cromium (Cr), Selenium (Se),Fluorine (F), Iodine/Iodium (I), Nickel (Ni) dan lain-lain.

Pakan Babi


 
Pakan atau makanan untuk ternak merupakan salah satu faktor penting dalam usaha ternak babi. Sebab 60% dari keseluruhan biaya dihabiskan untuk keperluan babi-babi induk (bibit), dan 80% untuk keperluan babi fattening. Oleh karena itu suatu hal yang perlu diperhatikan di sini ialah bahwa walaupun babi itu secara alamiah tergolong hewan yang makannya sangat rakus, dan suka makan apapun, namun mereka perlu diberi makanan dengan perhitungan yang betul. Sebab, di samping ternak babi itu banyak makan dan rakus, konversi terhadap makanan pun sangant bagus, sehingga apabila pemeliharaannya baik, laju pertumbuhannya pun akan baik pula.


     Tetapi perlu diingat bahwa babi termasuk hewan yang memiliki alat pencernaan sederhana, yang tak mampu mencerna bahan makanan yang kadar serat kasarnya tinggi. Maka kepada para peternak babi harus diberikan makanan yang serat kasarnya rendah, dan kandungan energinya yang cukup tinggi. Sehubungan dengan makanan, di bawah ini akan dijelaskan :
1. Susunan zat-zat di dalam makanan.
2. Bahan makanan yang biasa diberikan kepada babi.
3. Penyusunan rasum.
4. Teknik pemberian makanan dan jumlah yang diberikan.

Penambahan Suplemen Pakan Ternak

Semua mahluk hidup memerlukan unsur inorganic atau mineral untuk proses kehidupan yang normal. Semua jaringan ternak dan makanan/pakan mengandung mineral dalam jumlah dan proporsi yang sangat beragam. Unsur inorganic ini merupakan konstituen dari abu yang tersisa setelah pembakaran dari bahan pakan.
Mineral yang esensial untuk ternak diklasifikasikan menjadi meineral makro dan mikro. Klasifikasi tersebut berdasarkan pada konsentrasi mineral di dalam tubuh ternak atau jumlah yang dibutuhkan ternak dalam ransum ternak. Secara normal, konsentrasi mineral mikro dalam tubuh ternak tidak lebih dari 50 mg/kg dan kebutuhan dalam ransum kurang dari 100 mg/kg. penyerapan mineral dalam bentuk ion terjadi melalui sirkulasi darah. Penyerapan tersebut terjadi di usus halus dan bagian anterior usus besar.
 Salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak adalah rendahnya kualitas dan kuantitas pakan yang menyebabkan produksi dan kuantitas produk ternak yang rendah pula. Hal ini akibat dari defisiensi nutrien yang dialami ternak seperti defisiensi karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin. Suplementasi merupakan salah satu solusi untuk menunjang produktivitas ternak di Indonesia. Suplementasi mampu mengatasi masalah defisiensi, juga akan meningkatkan kapasitas pencernaan dari ternak, karena adanya perbaikan metabolisme dan kemampuan mikroba rumen dalam saluran pencernaan. Suplemen yang diberikan harus baik dalam kuantitas dan kualitas, mempunyai nilai biologis yang baik dan mencukupi kebutuhan ternak, bersifat alami sebagai pakan ternak, mudah diproduksi dan harganya murah.

Mineral Pakan Ternak

Beberapa mineral merupakan elemen anorganik yang dibutuhkan oleh ternak untuk pertumbuhan dan reproduksi. Walaupun jumlah yang dibutuhkan hanya sedikit, keseimbangan dalam tubuh harus tetap terjaga. Berdasarkan kegunaannya dalam aktifitasnya hidup, mineral dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu golongan essensial dan non essensial. Berdasarkan jumlahnya, mineral dapat pula dibagi atas mineral makro dan mineral mikro (Parakasi, 1986).
Fungsi mineral secara umum dibagi menjadi 4 macam, yaitu: (1) untuk pembentukan struktur, (2) untuk fungís fisiologis, (3) sebagai katalis, (4) sebagai regulator. Kandungan pakan mineral dari bahan pakan nabati sangat bervariasi tergantung dari beberapa faktor seperti: genetik tanaman, keadaan tanaman tempat tumbuh tanaman tersebut, iklim, musim, tahap kematangan, dan ada tidaknya pemupukan terhadap tanaman. Leguminosa biasanya kaya akan mineral Ca, Mg, Fe, Cu, Zn, dan Co. Rumput-rumputan banyak mengandung mineral Mg, Zn, dan Fe.

Fungsi Mineral makanan Ternak

Fungsi kalium pada makanan ternak adalah  sebagai pengiriman impuls syaraf dan menjaga kerja jantung. Berperandalam metabolisme karbohidrat dan protein. Defisiensi kalium menyebabkan kelemahan kerja jantung dan pernafasan, mengurangi Peristaltik (gerak) usus, melemahkan anggota gerak tubuh. Bersama sama Natrium (Na) dan kalsium (Cl) berfungsi mengatur ph cairan seluler, mengatur volume cairan tubuh dan fungsi syaraf , menjaga kontraksi otot & relaksasi otot. Cl berfungsi sebagai aktifator enzim amilase dan sebagai penyusun getah lambung. Defisiensi Na dan Cl menyebabkan penurunan tekanan darah arteri dan bila berlanjut akan menyebabkan kanibal ,pertumbuhannya terganggu. Sumbernya garam dapur , tepung ikan dan tepung daging.
Sulfur (S)
Berfungsi sebagai detoksifikasi atau pengeluaran racun, metabolic taurin yang merupakan ressusor asam empedu dan pengemulsi lemak. Defisiensi sulfur dpat menyebabkan terjadinya penurunan pertumbuhan terutama penurunan pertumbuhan kuku & rambut. Sumber sulfur berasal dari bahan pakan hewani

Fungsi mangaan pada Makanan Ternak


Mangan


Mangaan (Mg) pada makanan ternak adalah sebagai penyusun tulang bersama Kalsium (Ca) dan Protein (P). Pada sapi perah laktasi dewasa yang mengalami defisiensi atau kekurangan mangaan akan terjadi kekejangan otot, gemetar, jalan sempoyongan, apabila berlanjut akan mengakibatkan kematian pada sapi. Pada ternak yang hidupnya dilepas di padang rumput atau pastura yang terdapat rumput-rumput muda yang berkepanjangan akan menyebabkan gress tetani karena pada rumput muda miskin Mangaan. Produk hasil olahan pertanian pada makanan ternak yang banyak mengandung Mangaan adalah pada bekatul terutama pada Polar (bekatul gandum), Ragi (gist) dan juga pada bahan tanaman yang mengandung kadar protein tinggi seperti bungkil kedelai.

Fungsi Air pada Makanan Ternak


 
Fungsi air pada makanan ternak adalah sebagai berikut:
  • Sebagai penghantar panas yang baik.
  • Memudahkan dalam pencernaan makanan pada ternak.
  • Berfungsi untuk melarutkan & mengedarkan nutrient keseluruh tubuh.
  • Membawa sisa-sisa metabolisme untuk dikeluarkan.
  • Sebagai penyusun cairan tubuh & mempertahankan bentuk sel.
Air pada ternak berasal dari air minum, air dalam pakan dan air metabolic. Dari setiap gram pakan dapat menghasilkan air metabolic 0,57 gram. Kadar air dalam hijauan sekitar 80 % sedangkan kadar air bijian kering dan hasil ikutannya sekitar 10-15%. Kadar air tanaman muda lebih tinggi dari pada tanaman yang tua. Kadar air tertinggi pada ternak yang baru lahir tinggi, semakin tua kadar air berkurang.
  1. Semakin tua ternak, kadar mineral lebih tinggi sedangkan kadar air menurun.
  2. Pada tanaman muda mempunyai vakuola yang lebih besar.
  3. Pencernaan pakan melalui hidrolisis air, contoh sukrosa sukrosa dihidrolisis oleh enzim sukrase.
Aktifitas otot selama 20 menit yang menghasilkan panas dapat menggumpalkan albumin. Fungsi air disini adalah sebagai penyerap panas sehingga albumin dalam tubuh ternak tidak menggumpal.

ILMU TANAMAN PAKAN TERNAK



Rumput gajah
Nama latin: Pennisetum purpureum
Asal : Afrika daerah Perennial












Rumput Kuda Cv Hamil
Nama Latin : Panicum maximum cv hamil
Asal : Afrika tropic dan sub-tropik








Jenis Jenis Tanaman Pakan Ternak

Rumput Gajah
  • Nama latin : Pennisetum purpureum,
  • Nama umum : Elephant grass, Napier grass, rumput gajah
  • Asal : Afrika
  • Deskripsi/tanda-tanda :
          - perennial, bentuk rumpun, mempunyai rhizom, tumbuh tegak (4-5 m)
          - setiap kg 3 juta biji
  • Agronomi :
          - biji sedikit dan viability (daya hidup) rendah
          - tumbuh dari dataran rendah-dataran tinggi dengan curah hujan sampai 2500 mm/tahun   (Malang ± 2000 mm/th, tinggi 450 m dpl) – penyebaran secara vegetatif, hal ini penting untuk mempertahankan karakter kultivar (cv.= cultivated variation)

Konsentrat

Konsentrat merupakan pakan penguat yang terdiri dari bahan pakan yang kaya karbohidrat dan protein seperti dedak padi, jagung kuning dan bungkil-bungkilan. Menurut Darmono (1993) bahwa Pakan penguat atau konsentrat adalah pakan yang berasal dari biji-bijian dan mengandung protein yang cukup tinggi dan mengandung serat kasar kurang dari 18 %. Hartadi et al. (1997) menambahkan bahwa konsentrat adalah suatu bahan pakan yang dipergunakan bersama bahan pakan lain untuk meningkatkan keserasian gizi dari keseluruhan makanan dan dimaksudkan untuk disatukan dan dicampur sebagai suplemen (pelengkap) atau makanan pelengkap. Pakan penguat atau konsentrat diberikan dengan tujuan menambah nilai gizi pakan, menambah unsur pakan yang defisiensi dan meningkatkan konsumsi pakan (Murtidjo, 1993).
Konsentrat sumber protein dapat diperoleh dari hasil samping penggilingan berbagai biji-bijian, bahan pakan sumber protein hewani, dan hijauan sumber protein, sedangkan konsentrat sumber energi dapat diperoleh dari dedak dan biji-bijian seperti jagung (Parakkasi, 1999). Bahan pakan penguat ini meliputi bahan makanan yang berasal dari biji-bijian seperti jagung giling, menir, bulgur, dedak, bekatul, bungkil kelapa, tetes dan berbagai umbi. Fungsi pakan penguat ini adalah meningkatkan dan memperkaya nilai gizi pada bahan pakan lain yang nilai gizinya rendah. Sapi yang sedang tumbuh ataupun yang sedang dalam periode penggemukan harus diberikan pakan penguat yang cukup, sedangkan sapi yang digemukkan dengan sistem dry lot fattening” justru sebagian besar pakan berupa pakan berbutir atau penguat (Darmono, 1993).

Coloustrum sangat Berguna Bagi Pertumbuhan Pedet

pedet 1 Profit Extra dari Kesehatan Pedet yang terjagaProfit extra dari kesehatan pedet yang terjaga merupakan sesuatu yang benar karena semakin sehat pedet anda maka nantinya akan menghasilkan sapi dewasa siap jual dengan bobot dan kesehatan yang terjamin, sehingga profit dari penjualan bisa melambung.
Pacu kesehatan pedet sedini mungkin untuk mendapatkan kualitas dan berat sapi yang dikehendaki.
Pedet adalah anak sapi yang baru lahir hingga umur 8 bulan. Selama 3-4 hari setelah lahir pedet harus mendapatkan kolostrum dari induknya, karena pedet belum mempunyai anti bodi untuk resistensi terhadap penyakit. Setelah dipisahkan dari induk sapi, barulah pedet dilatih mengkonsumsi suplemen makanan sedikit demi sedikit sehingga pertumbuhanya optimal.
Pada umumnya penyakit-penyakit pada anak sapi disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau karena tata laksana pemberian pakan (manajemen pakan) yang kurang baik. Biasanya penyakit yang sering menyerang anak sapi adalah septikemia akut, salesma dan radang paru-paru.

Kalium dan Kalsium di Hay


Terkadang kita begitu sibuk dengan dalam satu aspek dari manajemen yang kita mengabaikan aspek penting lainnya. Misalnya, kalsium merupakan nutrisi penting yang umumnya berasal dari tanah dan yang paling Montana tanah memiliki banyak, tapi jarang mendengar tentang hal itu. Secara umum, hampir semua tanah Montana memiliki lebih dari kalsium yang cukup. Bahkan, tanah sering memiliki kalsium begitu banyak sehingga membuat nutrisi, seperti fosfor, tidak tersedia.

Kalsium dan Peternakan

Kalsium memainkan peran penting dalam kesehatan tanaman hampir semua dan hewan. Pada sapi dan kuda, fungsi utamanya adalah membantu mengatur gerakan otot dan bertindak sebagai komponen utama dari tulang dan gigi. Banyak produsen baik menghasilkan alfalfa sebagai tanaman tunai atau mengandalkan jerami alfalfa untuk memberikan setidaknya sebagian dari kebutuhan hewan mereka 'nutrisi ini diperlukan. Akibatnya, tingkat kalsium yang rendah pada jerami dapat menjadi masalah. Umumnya, hanya sekitar 30 sampai 40% dari kalsium total dalam alfalfa tersedia untuk makan ternak di alfalfa karena banyak kalsium ditemukan sebagai kalsium oksalat, yang memiliki ketersediaan yang rendah.

Jenis-Jenis Zat Kalsium Yg Dibutuhkan Ternak Sapi dan Kambing


anak sapi 300x200 Jenis Jenis Zat Kalsium Yg Dibutuhkan Ternak Sapi dan KambingKalsium (Ca) diketahui bahwa Ca merupakan mineral yang sangat penting bagi pertumbuhan dan produksi air susu pada sapi perah. Unsur Ca diperlukan untuk membentuk tulang, gigi dan air susu. Unsur tersebut juga berguna dalam proses pembekuan darah serta kesiapan otot terhadap rangsangan syaraf.
Fosfor (P) unsur fosfor diperlukan dalam pembentukan tulang, gigi, sintesis protein dan system enzimatik. Metabolisme hidrat arang dan keratin juga memerlukan unsure P. sumber fosfor yang baik antara lain tepung tulang, diskalsiumfosfat, dan disodiumfosfat.

Magnesium (Mg) anak sapi yang hanya diberi air susu yang ditambah dengan Fe, Cu, Mn, dan vitamin D ternyata banyak yang menderita tetani dan akhirnya mati. Kadar Mg dalam darahnya sangat menurun. Anak sapi yang telah dapat makan hijauan bila ditambah 10-12 mg/kg Mg pertumbuhannya akan lebih baik. Kejadian grass tetani, yang gejalanya mirip dengan milk faver, banyak dialami oleh-oleh sapi yang produksinya tinggi. Untuk mencegahnya hanya dapat dilakukan dengan menambah unsure Mg di dalam rasumnya. Kebutuhan tambahan untuk sapi berproduksi adalah 40 g/ ekor yang dapat diperoleh dari MgO.

Mineral Mineral yang Dibutuhkan Ternak

Semua makhlukhidup memerlukan mineral untuk proses kehidupan yang normal, karena mineralmerupakan salah satu zat nutrien yang dibutuhkan oleh tubuh karena berfungsisebagai pembentukan struktur, untuk fungsi fisiologis, sebagai katalis danberfungsi sebagai regulator. Semua jaringan ternak dan pakan mengandung mineraldalam jumlah dan proporsi yang sangat bervariasi.

Mineral yang essensial untuk ternakdiklasifikasikan menjadi mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro terdiri dari Ca, P, K, Na, Cl, S,dan Mg. Sedangkan untuk mineral mikro terdiri dari Fe, Zn, Cu, Mo, Se, I, Mn,Co, Cr, Sn, V, F, Si, Ni, dan As. Dalam pemberian ransum atau pakan pada ternakharus diperhatikan kandungan dan kualitas mineralnya. Karena jika mineral yangdikonsumsi kurang atau berlebih dari yang dibutuhkan akan menyebabkan efeknegatif pada ternak


Mineral
Beberapamineral merupakan elemen inorganic yang dibutuhkan oleh ternak untukpertumbuhan dan reproduksi. Walaupun jumlah yang dibutuhkan hanya sedikit ,keseimbangan dalam tubuh harus tetap terjaga. Berdasarkan kegunaannya dalamaktifitasnya hidup, mineral dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu golonganessensial dan non essensial. Berdasarkanjumlahnya, mineral dapat pula dibagi atas mineral makro dan mineral mikro (Parakasi, 1986 ).

Penetapan Kadar Air & Abu di Dalam Pakan Ternak

Abu adalah zat anorganik dari sisa hasil pembakaran suatu bahan organik.Penentuan kadar abu ada hubungannya dengan mineral suatu bahan. Mineral yangterdapat dalam bahan pangan terdiri dari 2 jenis garam, yaitu garam organikmisalnya asetat, pektat, mallat, dan garam anorganik, misalnya karbonat, fosfat,sulfat, dan nitrat. Proses untuk menentukan jumlah mineral sisa pembakarandisebut pengabuan. Kandungan dan komposisi abu atau mineral pada bahantergantung dari jenis bahan dan cara pengabuannya.
Pada praktikum kali ini, proses pengabuan dilakukan denganmenggunakan tanur yang memijarkan sampel pada suhu mencapai 600oC. Sampelyang digunakan adalah bawang merah dan wortel. Sampel pertama kali ditimbang0,5 gram lalu dihancurkan atau dipotong sekecil mungkin. Setelah itu sampeldiletakkan dalam cawan poselain yang sebelumnya telah dipijarkan dalam tanurdan ditimbang. Kemudian sampel dimasukkan dalam tanur sampai sampelberubah menjadi abu yang ditunjukkan dengan berubahnya warna menjadi putihkeabu-abuan. Setelah menjadi abu, sampel ditimbang kembali lalu dihitung kadarabunya.
Penentuan kadar air dalam suatu bahan merupakan analisa kuantitatif secaraevolusi dengan cara tidak langsung yaitu bahan yang bersangkutan dipanaskan padasuhu tertentu untuk jangka waktu tertentu sehingga air menguap dan beratnyadiperoleh sebagai selisih berat bahan sebelum dan sesudah pemanasan (Harjadi 1993).