MOHON MAAF BLOG SEDANG DALAM PENYETELAN TEMPLATE AGAR KAMI BISA LEBIH PROFESIONAL LAGI DALAM MEMBERIKAN INFO YANG ANDA BUTUHKAN, MOHON BERSABAR INI TIDAK BERLANGSUNG LAMA,TERIMA KASIH ATAS PENGERTIANNYA...
English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Penambahan Suplemen Pakan Ternak

Semua mahluk hidup memerlukan unsur inorganic atau mineral untuk proses kehidupan yang normal. Semua jaringan ternak dan makanan/pakan mengandung mineral dalam jumlah dan proporsi yang sangat beragam. Unsur inorganic ini merupakan konstituen dari abu yang tersisa setelah pembakaran dari bahan pakan.
Mineral yang esensial untuk ternak diklasifikasikan menjadi meineral makro dan mikro. Klasifikasi tersebut berdasarkan pada konsentrasi mineral di dalam tubuh ternak atau jumlah yang dibutuhkan ternak dalam ransum ternak. Secara normal, konsentrasi mineral mikro dalam tubuh ternak tidak lebih dari 50 mg/kg dan kebutuhan dalam ransum kurang dari 100 mg/kg. penyerapan mineral dalam bentuk ion terjadi melalui sirkulasi darah. Penyerapan tersebut terjadi di usus halus dan bagian anterior usus besar.
 Salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak adalah rendahnya kualitas dan kuantitas pakan yang menyebabkan produksi dan kuantitas produk ternak yang rendah pula. Hal ini akibat dari defisiensi nutrien yang dialami ternak seperti defisiensi karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin. Suplementasi merupakan salah satu solusi untuk menunjang produktivitas ternak di Indonesia. Suplementasi mampu mengatasi masalah defisiensi, juga akan meningkatkan kapasitas pencernaan dari ternak, karena adanya perbaikan metabolisme dan kemampuan mikroba rumen dalam saluran pencernaan. Suplemen yang diberikan harus baik dalam kuantitas dan kualitas, mempunyai nilai biologis yang baik dan mencukupi kebutuhan ternak, bersifat alami sebagai pakan ternak, mudah diproduksi dan harganya murah.

 Suplemen tersebut dapat diperoleh hanya dengan mengolah limbah rumah potong hewan (RPH) yaitu cairan rumen menjadi suplemen mineral yang kaya akan kandungan nutrisi yang berguna bagi ternak. Suplemen biomineral telah dibuat dari cairan rumen; suplemen biomineral ini kaya akan protein yang berasal dari mikroba rumen dan mineral mikro seperti Fe, Zn, Se, Al, dan Cu, tetapi kandungan mineral makro (Ca, P, Mg, dan S) yang rendah. Dari penelitian tersebut, dapat dinyatakan bahwa suplemen biomineral yang telah diteliti masih rendah kandungan makro mineral terutama mineral Ca, Mg, K, P dan S sehingga perlu diperbaiki kandungan mineral tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah upaya mempelajari perbaikan mutu suplemen biomineral dengan mineral makro (Ca, P, Mg dan S) terhadap fermentabilitas dan kecernaannya. Desain percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 5 x 2 yaitu 5 perlakuan dan 2 faktor (Faktor A adalah taraf pemberian mineral makro dan Faktor B adalah waktu inkubasi) dengan 5 kelompok cairan rumen (CR) untuk mempelajari efek perlakuan terhadap fermentabilitas dan degradabilitas suplemen biomineral. Rancangan acak kelompok juga digunakan dalam percobaan kecernaan dengan 5 kelompok CR. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian yaitu A1= 0 kebutuhan mineral dalam NRC (2000), A2= A1 + 0,5 kebutuhan mineral dalam NRC (2000), A3= A1+ 1 kebutuhan mineral dalam NRC (2000), A4= A1+ 1,5 kebutuhan mineral dalam NRC (2000), A5= A1 + 2kebutuhan mineral dalam NRC (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf penambahan mineral makro (Ca, P, Mg, dan S) memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsentrasi VFA. Nilai konsentrasi VFA dengan taraf penambahan 1,5–2 NRC, lebih tinggi dibandingkan dengan taraf penambahan 0, 0,5, dan 1 NRC. Penambahan mineral makro, waktu inkubasi dan interaksi kedua faktor tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konsentrasi VFA. Penambahan mineral makro, waktu inkubasi dan interaksi kedua faktor tidak mempengaruhi secara nyata konsentrasi NH3, degradabilitas bahan kering dan bahan organik, dan kecernaan bahan kering dan bahan organik. ii Dapat disimpulkan bahwa suplemen biomineral dapat diperbaiki mutunya dengan penambahan mineral makro (Ca, P, Mg, dan S) pada taraf 1,5 xrekomendasi NRC. Untuk memperbaiki mutu biomineral disarankan untuk menambahkan mineral makro pada taraf 1,5 NRC.

No comments:

Post a Comment