Kesehatan ternak merupakan kunci penentu keberhasilan suatu usaha
peternakan. Motto klasik tetap berlaku sampai saat ini, yaitu pencegahan
lebih baik daripada pengobatan, sehingga tindakan-tindakan seperti
sanitasi, vaksinasi dan pelaksanaan biosekuritas di lingkungan
peternakan secara konsisten harus dilaksanakan.
Arti “ sehat “ bagi ternak adalah suatu kondisi dimana di dalam tubuh
ternak berlangsung proses-proses normal, baik proses fisis, kimiawi ,
biokimiawi dan fisiologis yang normal. Sebaliknya “ sakit ” adalah
kondisi ternak yang sebaliknya.
Seringkali pengobatan terhadap suatu penyakit tidak membuahkan hasil,
hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain harus dimengerti
bahwa tidak semua penyakit dapat diobati, seperti penyakit virus.
Penyakit-penyakit non infeksius harus diatasi dengan memperbaiki
tatalaksana budidaya yang baik dan benar. Berdasarkan pemikiran tersebut
sangat perlu untuk diketahui adanya faktor-faktor yang dapat
menyebabkan penyakit pada ternak, sehingga dapat dilakukan metode
penanggulangan penyakit yang efisien dan efektif.
Timbulnya penyakit pada ternak merupakan proses yang berjalan secara dinamis dan merupakan hasil interaksi tiga faktor, yaitu ternak, agen penyakit (pathogen) dan lingkungan.
Lingkungan memegang peran yang sangat penting dalam menentukan pengaruh
positif atau negatif terhadap hubungan antara ternak dengan agen
penyakit.