MOHON MAAF BLOG SEDANG DALAM PENYETELAN TEMPLATE AGAR KAMI BISA LEBIH PROFESIONAL LAGI DALAM MEMBERIKAN INFO YANG ANDA BUTUHKAN, MOHON BERSABAR INI TIDAK BERLANGSUNG LAMA,TERIMA KASIH ATAS PENGERTIANNYA...
English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
Showing posts with label Kesehatan Ternak. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan Ternak. Show all posts

Newcastle Disease (ND)

Ayam yang terkena ND
Penyakit Newcastle (Newcastle Disease, ND) adalah penyakit pada unggas besar yang fatal (mematikan). Di Indonesia penyakit ini juga populer sebagai tetelo, diambil dari nama dalam bahasa Jawa, thèthèlo.
Penyebabnya adalah serangan virus NDV, suatu virus RNA berkas tunggal dengan sekuens antisens negatif. Pertama kali virus ini diisolasi dari Newcastle upon Tyne, Inggris, tahun 1926 oleh Doyle. Pada tahun yang sama, Kraneveld berhasil mengisolasi virus pada unggas dari Bogor.

Cacar Unggas

Penyakit cacar pada ayam
Cacar unggas adalah penyakit menular pada unggas yang disebabkan oleh virus familia poxviridae dan genus Avipoxvirus. Penyakit ini dapat menyerang ayam, kalkun, burung kenari, burung puyuh, dan burung merpati. Penyebaran virus ini lambat dengan pertumbuhan plotiteratif pada bagian tidak berbulu dan bercak perkejuan di selaput lender mulut. Meskipun demikian, daging ayam boleh dikonsumsi; asalkan mulut, kerongkongan, esophagus ayam yang tersebut dibuang.

Tekhnik Bedah Bangkai Ayam

Bedah Bangkai meliputi:
  • Persiapan/ Anamnesa
  • Mati dibunuh.
  • Jumlah yang mati di kandang.
  • Gejala-gejala.
  • Sudah diobati atau belum.
Tekhnik Pembedahan pada ayam.
  • Diketahui penyebab kematian, dimatikan (eutanasi) atau mati sendiri
  • Dibasahi dengan tujuan agar bulu tidak berhamburan.
  • Fiksasi atau di lentangkan di atas papan kaki & sayap bisa di paku.
  • Sendi pada pangkal paha dipatahkan atau ditekan hingga persendian lepas.
  • Dilepas kulit dibagian ventral tubuh.
  • Dipotong bagian dada melewati rusuk dengan tujuan agar organ dalam dapat terlihat.
  • Hati dan limpha dikeluarkan / dipisahkan.
  • Potong proventiculus kemudian tarik sehingga saluran pencernaan terlepas.
  • Paruh bagian bawah, Lidah, Oesophagus, Pharinx, Larinx, Trachea dilepas.
  • Lepaskan Jantung (Cor), paru-paru (Pulmo), Ginjal (Ren).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT

Kesehatan ternak merupakan kunci penentu keberhasilan suatu usaha peternakan. Motto klasik tetap berlaku sampai saat ini, yaitu pencegahan lebih baik daripada pengobatan, sehingga tindakan-tindakan seperti sanitasi, vaksinasi dan pelaksanaan biosekuritas di lingkungan peternakan secara konsisten harus dilaksanakan.
Arti “ sehat “ bagi ternak adalah suatu kondisi dimana di dalam tubuh ternak berlangsung proses-proses normal, baik proses fisis, kimiawi , biokimiawi dan fisiologis yang normal. Sebaliknya “ sakit ” adalah kondisi ternak yang sebaliknya.
Seringkali pengobatan terhadap suatu penyakit tidak membuahkan hasil, hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain harus dimengerti bahwa tidak semua penyakit dapat diobati, seperti penyakit virus. Penyakit-penyakit non infeksius harus diatasi dengan memperbaiki tatalaksana budidaya yang baik dan benar. Berdasarkan pemikiran tersebut sangat perlu untuk diketahui adanya faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit pada ternak, sehingga dapat dilakukan metode penanggulangan penyakit yang efisien dan efektif.
Timbulnya penyakit pada ternak merupakan proses yang berjalan secara dinamis dan merupakan hasil interaksi tiga faktor, yaitu  ternak, agen penyakit (pathogen) dan lingkungan. Lingkungan memegang peran yang sangat penting dalam menentukan pengaruh positif atau negatif terhadap hubungan antara ternak dengan agen penyakit.

Wabah Penyakit (Epidemi)

Wabah /epidemi adalah keadaan dimana frekuensi penyakit melebihi keadaan biasa dalam waktu yang singkat. Endemi adalah keadaan normal/biasa sedangkan Pandemi adalah Keadaan epidemi yang luas populasinya atau dalam wilayah yang sangat luas.
Wabah dapat terjadi karena:
  • Akibat perubahan kualitas lingkungan semisal banjir, populasi yang menyebabkan agen tumbuh dengan pesat & banyak yang terkena penyakit.
  • Adanya agen baru=> Banyak individu yang kena.
  • Distribusi kepekaan host berubah.
Wabah berlaku untuk penyakit menular ataupun yang tidak menular.

Lingkungan

Lingkungan adalah sesuatu yang ada di sekitar/ diluar host baik itu benda hidup atau mati & baik itu nyata ataupun tidak nyata. Lingkungan termasuk sebagai media tranmisi atau penyebaran.
  1. Lingkungan udara ( Atmosfir): Udra diperlukan untuk bernafas semua mahluk hidup & organisme tetapi juga sebagai media pembuangan limbah (gas) Agen dapat disebarkan melalui udara , baik itu agen hidup maupun agen tidak hidup baik yang menular ataupun yang tidak menular.
  2. Lingkungan air (Hydrosfer) : Dibutuhkan semua mahluk hidup & Organisme dan juga sebagai media pembuangan Limbah , Air merupakan media penularan Penyakit.
  3. Lingkungan Padat (Litosfir) : Tanah, kerak bumi_pusat atau inti bumi,sumber mineral sebagai tempat pembuangan limbah.
  4. Lingkungan Biologi( Biosfir) : 

Faktor Penentu pada Agent

Faktor-faktor penentu pada agent:
1.Agent hidup:
  • Jumlah.
  • Infektivitas       :(Daya Menginfeksi) kemampuan agent memasuki host & menimbulkan lasi (  Mengubah jaringan)
  • Patogenesitas   : Daya agent untuk menimbulkan sakit.
  • Virulensi          : Keganasan / Kemampuan agen menimbulkan sakit & kematian.
2. Agent tak hidup:
  • Konsentrasi.
  • Daya Toksinitas ( Daya Meracuni)

Faktor Utama Penyebab Penyakit.

Faktor utama penyebab terjadinya penyakit pada ternak adalah:
  1.  Agent ( penyebab/ Klausa). 
Agent hidup: Infeksius (bersifat menginfeksi atau cenderung menular )
  • Metazoa : Cacing hati ( Fabiola Hepatica), cacing pita, cacing gilig termasuk nematoda (caplak,tungau,lalat beserta belatungnya==> myasis)
  • Fungi/ jamur: Jamur pada penyakit Ringworm, Jamur pada penyakit Aktinomitosis, jamur pada penyakit Aspergilosis, Jamur pada penyakit Kandidiosis.
  • Protozoa : Parasit darah misal Plasmodium (Malaria) trypanasoma evansi, Parasit dalam saluran pencernaan misal Eirmeista Sp yg menyebabkan Coccodiosis /penyakit berak darah pada ayam.
  • Bakteri : Bachiluss anthraxis (Antrhax), Brucella Abortis (Brucellosis), Staphylococcus( Mastitis peradangan pada ambing susu), Streptococcus Sp, Echericia Coli, Salmonella Pulorum(Berak kapur)
  • Virus: Penyakit jembrana, BVD (Bovine Virral Dearea), PMK (Penyakit mulut& kuku), Flu Burung (H5N1) ,ND (Newcastle Disease),Gumboro/ IDB ( Infection Bursal Disease).

Kesehatan Ternak

KESEHATAN TERNAK
·         Ternak bias dikatakan sehat apabila : system kerjanya (organ) tidak mengalami  gejala atau kelainan.
·         Ternak sehat apabila status kondisi dari organ atau system organ dapat bekerja dengan baik.
TANDA TANDA  ATAU CIRI CIRI TERNAK SEHAT
1.       Nafsu makan ternak baik.
2.       Agresif atau lincah.
3.       Sorot mata tajam.
4.       Lubang- lubang tubuh relative bersih.