MOHON MAAF BLOG SEDANG DALAM PENYETELAN TEMPLATE AGAR KAMI BISA LEBIH PROFESIONAL LAGI DALAM MEMBERIKAN INFO YANG ANDA BUTUHKAN, MOHON BERSABAR INI TIDAK BERLANGSUNG LAMA,TERIMA KASIH ATAS PENGERTIANNYA...
English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

pengantar parasitologi

pengantar parasitologi

Pengantar parasit

Kata parasitos berarti jasad yang mengambil makanan, dan logos berarti ilmu. Berdasarkan istilah, parasitologi adalah ilmu yang mempelajari organisme yang hidup untuk sementara ataupun tetap di dalam atau pada permukaan organisme lain untuk mengambil makanan sebagian atau seluruhnya dari organisme tersebut.
Secara umum pembagian parasit berdasarkan pengelompokan tumbuhan atau binatang sebagai berikut :
1. Zooparasit, yaitu parasit yang berupa binatang. Zooparasit dibagi menjadi 3 yaitu : protozoa, metozoa (bersel banyak) seperti cacing dan arthropoda(serangga).
2. Fitoparasit, yaitu parasit yang berupa tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari bakteri dan fungi.
3. Spirochaeta dan Virus.
Selain pembagian tersebut di atas, parasit dapat dibagi berdasarkan letak/ tempat dimana parasit hidup, yaitu :
a. Endoparasit, yaitu jenis parasit yang hidup di dalam tubuh hospes.
b. Ektoparasit, yaitu jenis parasit yang hidup di luar/dipermukaan tubuh hospes.
Parasitologi yang mempelajari hubungan antara manusia dan penyebab kesakitan atau kematian bagi manusia disebut Parasitologi Kedokteran (Medical parasitologi).
Penyebab kesakitan dan kematian tersebut meliputi protozoa, helminthes (kelompok cacing), arthropoda, fungi (jamur) dan virus.
Di dalam mempelajari parasitologi terdapat istilah-istilah penting yang perlu diketahui :
1. Simbiose, merupakan bentuk hidup bersama dua jenis organisme yang bersifat
permanen dan tidak bisa dipisahkan. Ada beberapa simbiose, yaitu :
1. Simbiose Mutualisme, yaitu simbiose yang saling menguntungkan bagi kedua jenis organisme tersebut,
2. Simbiose komensalisme, yaitu simbiose dimana satu pihak mendapat keuntungan
sedangkan yang lain tidak dirugikan.
1. Simbiose parasitisme, yaitu simbiose dimana satu jenis mendapatkan makanan dan
keuntungan, sedangkan yang lain dirugikan bahkan dibunuh.
1. Simbiose obilgat, yaitu bentuk simbiose dimana parasitnya tidak dapat hidup tanpa hospes.
2. Simbioses fakultatif, yaitu simbiose dimana parasitnya dapat hidup walaupun tanpa hospes.
3. Simbiose monoksen, yaitu simbiose dimana parasitnya hanya dapat hidup pada satu spesies hospes.
4. Simbiose poliksen, yaitu simbiose yang menghinggapi lebih dari satu spesies.
5. Simbiose, parasit pemanen, yaitu bentuk simbiose dimana parasitnya selama hidupnya tetap pada hospesnya.
6. Simbiose parasit temporer, yaitu bentuk simbiose dimana parasit pada hospesnya hanya sewaktu-waktu
1. Hospes, yaitu organisme yang merupakan tempat atau organisme yang dihinggapi parasit. Dikenal ada 3 jenis hospes, yaitu :
1. Hospes Definitif, yaitu hospes dimana parasit didalamnya berkebang biak secara seksual.
2. Hospes Intermedier (Perantara), yaitu hospes dimana parasit didalamnya menjadi bentuk infektif yang siap ditularkan kepada hospes/manusia yang lain.
3. Hospes Reservoir, yaitu hospes yang dapat sebagai sumber infeksi bagi manusia.
2. Vektor, yaitu binatang biasanya serangga, yang dapat menularkan parasit manusia dan binatang. Dikenal ada 2 macam vektor, yaitu vector biologic dan vector mekanik.
3. Zoonosis, yaitu merupakan penyakit binatang yang dapat ditularkan kepada manusia.
Klasifikasi Parasit.
Parasit dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Protozoa, protozoa dibagi dalam 4 kelas, yaitu : Sporozoa, Rhizopoda, Flagelata/Mastighopora, dan Ciliata.
2. Helminthes (Helmin atau kelompok cacing), helmintes dan dibagi menjadi 2 kelas super, yaitu : Nemathelmintes, antara lain Nematoda, dan Plathelmintes (Tremathoda dan Cestoda)
3. Fungi/Jamur.
4. Arthropoda, diantaranya yang penting dalam bidang kesehatan, adalah kelas Hexapoda (insekta) yang terdiri dari 7 ordo. (Pembagian dan penjelasan lebih rinci tentang Arthropoda diuraikan dalam Bab XVI).
Daftar Pustaka
1. Subiyanto, Ahmad Sultoni (1993), Kunci Determinasi Serangga. Kanisius
Yogyakarta.
1. Baer J. G. (1967). Ecology of Animal Parasities. Illionis perss. USA Hal 1-7.
1. Staf Pengajar Bagian Parasitologi FKUI (2000). Parasitologi Kedokteran. Ed 3

No comments:

Post a Comment

Post a Comment